Sabtu, 04 Desember 2010

Profil Kabupaten Pasuruan

Letak geografis wilayah Daerah Tingkat II Kabupaten Pasuruan berada pada posisi sangat strategis yaitu jalur regional juga jalus utama perekonomian Surabaya – Malang dan Surabaya – Banyuwangi.
Hal tersebut menguntungkan dalam pengembangan ekonomi dan membuka peluang infestasi di Kabupaten Pasuruan. Kabupaten Pasuruan mempunyai luas wilayah 147.401,50 Ha (3,13 % luas Propinsi Jawa Timur) terdiri dari 24 Kecamatan, 24 Kelurahan, 341 Desa dan 1.694 Pedukuhan.

1. KEADAAN GEOGRAFI
Letak geografi Kabupaten Pasuruan antara 112 0 33` 55” hingga 113 30` 37” Bujur Timur dan antara 70 32` 34” hingga 80 30` 20” Lintang Selatan dengan batas – batas wilayah:
Utara : Kabupaten Sidoarjo dan Selat Madura.
Selatan : Kabupaten Malang
Timur : Kabupaten Probolinggo
Barat : Kabupaten Mojokerto

2. KEADAAN GEOLOGIS
Daratan Pemerintah Kabupaten terbagi menjadi 3 bagian:
1. Daerah Pegunungan dan Berbukit, dengan ketinggian antara 180m s/d 3000m. Daerah ini membentang dibagian Selatan dan Barat meliputi: Kec. Lumbang, Kec Puspo, Kec. Tosari, Kec. Tutur, Kec. Purwodadi, Kec. Prigen dan Kec. Genpol.
2. Daerah dataran rendah dengan ketinggian antara 6m sampai 91m, dataran rendah ini berada dibagian tengah, merupakan daerah yang subur.
3. Daerah Pantai, dengan ketinggian antara 2m sampai 8m diatas permukaan laut. Daerah ini membentang dibagian Utara meliputi Kec. Nguling, Kec. Rejoso, Kec. Kraton dan Kec. Bangil.

3. KEADAAN TOPOGRAFI

Kondisi wilayah Kabupaten Pasuruan terdiri dari daerah pegunungan berbukit dan daerah dataran rendah, yang secara rinci dibagi menjadi 3 bagian :
a. Bagian selatan terdiri dari pegunungan dan perbukitan dengan ketinggian permukaan tanah antara 186 meter sampai 2.700 meter yang membentang mulai dari wilayah kecamatan Tutur, Purwodadi dan Prigen.
b. Bagian Tengah terdiri dari dataran rendah yang berbukit dengan ketinggian permukaan antara 6 meter sampai 91 meter dan pada umumnya relatif subur.
c. Bagian Utara terdiri dari dataran rendah pantai yang tanahnya kurang subur dengan ketinggian permukaan tanah 2 meter sampai 8 meter. Daerah ini membentang dari timur yakni wilayah kecamatan Nguling Kearah Barat yakni Kecamatan Lekok, Rejoso, Kraton dan Bangil.

Keadaan kemiringan tanah di Kabupaten Pasuruan adalah bervariasi:
1. Kemiringan 0 - 25 derajat meliputi 20% luas wilayah.
    Daerah ini merupakan dataran rendah yangterletak dibagian Utara.
2. Kemiringan 10 - 25 derajat meliputi 20% luas wilayah.
    Daerah ini merupakan dataran yang bergelombang yang terletak di bagian Tengah.
3. Kemiringan 25 - 45 derajat meliputi + 30% luas wilayah.
    Daerah ini merupakan yang bersambung dengan perbukitan (dibagian Barat dan Timur).
4. Kemiringan diatas 45 derajat meliputi + 30% luas wilayah.
   Daerah ini merupakan pegunungan yang terletak di bagian Selatan. Sedangkan struktur tanah di Kabuapten Pasuruan  sebagian besar terdiri dari jenis Alluvial, Mediterian, Regosol, Labosal dan Litasol. Grumasol dan Andosal. 
4. KEADAAN IKLIM DAN CURAH HUJAN
Kabupaten Pasuruan pada umumnya beriklim tropis, dengan klasifikasi Schimdt dan Fergusan. Sebagian besar kecamatan tipe iklim C dan selebihnya tipe B. Temperatur sebagian besar wilayah antara 240 – 320 C, sedangkan untuk wilayah diatas 2.770 meter temperature terendah mencapai 50 C utamanya Kecamatan Tosari.
Variasi curah hujn rata – rata dibawah 1.750 MM. Angin Barat dan Timur kecepatan rata – rata 12 – 30 knot. 4.

5. HIDROGRAFI
Potensi hidrografi memberikan peluang yang besar bagi pembangunan baik untuk keperluan air minum, irigasi, pariwisata dan industri. Potensi hidrografi antara lain : 18 sungai dan 7 sungai besar yang bermuara di Selat Madura, 92 buah air bawah laut, 4 air terjun, 310 sumber air dengan debit terbesar air Umbulan 4.616 liter/detik yang digunakan untuk keperluan air minum Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, kota Surabaya dan menurut rencana akan diperluas Kabupaten Sidoarjo serta Kabupaten Gresik dengan debit sebesar 6.607,51 liter/detik.

Di wilayah Kabupaten Pasuruan mengalir enam sungai yang besar yang bermuara di Selat Madura, yaitu:
1. Sungai Lawean     : Bermuara di Desa Penunggul, Kec. Nguling.
2. Sugai Rejoso        : Bermuara di Wilayah Kec. Rejoso.
3. Sungai Gembong  : Bermuara di Wilayah kota Pasuruan.
4. Sungai Welang     : Bermuara di Desa Pulokerto. Kec, Kraton.
5. Sungai Masangan : Bermuara di Desa Raci, Kec. Bangil.
6. Sungai Kedunglarangan  Bermuara di Desa Kalianyar, Kec. Bangil.

Curah hujan untuk wilayah Kabupaten Pasuruan tergolong type D yang berarti keadaan daerah secara umum tergolong daerah kering meskipun di daerah pegunungan curah hujan cukup.

6. ADMINISTRASI PEMERINTAH                  
Secara administrasi wilayah Kabupaten Pasuruan terbagi atas:
- 24 (Dua puluh mepat) wilayah Kecamatan ;
- 341 (Tiga ratus empat puluh satu) wilayah Desa;
- 24 (Dua puluh empat) wilayah Keluarahan;

7. KEADAAN DEMOGRAFI
Sebagai modal dasar pembangunan penduduk Kabupaten Pasuruan relatif besar tercatat 1.454.521 jiwa terdiri dari laki – laki 725.484 jiwa dan perempuan 729.037 jiwa (data akhir tahun 2005 BPS Kabupaten Pasuruan) dengan kepadatan 979 jiwa/km2. Keaneka ragaman penduduk sebagian besar suku Jawa, suku Madura, Suku Tengger dan keturunan asing antara lain : Cina, Arab, India. Agama yang dianut Islam, Kristen Protestan, Katholik, Budha dan Hindu.

Kondisi penduduk menurut mata pencaharian terdiri dari : Pertanian (33,98%) Industri Pengolahan (24,69%), Listrik, gas dan air (0,41%) perdagangan, hotel dan restoran (17,79%) pertambangan dan galian (0,38%). Bangunan (5.21%), Keuangan, Persewaan dan jasa perusahaan (0,33%), pengangkutan dan komunikasi (6,66%) serta jasa (10,55%).
Data akhir tahun 2005 berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional.

8. EKONOMI
Upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan peertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatn asli daerah (PAD) antara lain : Memperhatikan kondisi an potensi perdagangan juga memperbaiki sarana dan prasarana perdagangan dalam rangka menunjang :
1. Kelancaran terhadap distribusi barang khususnya sembilan bahan pokok dan pengendalin gejolak harga.
2. menciptakan iklim yang kondusif dengan terciptanya stabilitas daerah dan kemudahan berinfestasi.
3. Pemberdayaan pengusaha kecil, menemgah dan koperasi melalui pemberian kemudahan dalam mengembangkan usaha, pemberian kredit dan permodalan. Dari kinerja pembangunan ekonomi daerah tingkat pertumbuhan ekonomi kabupaten Pasuruan mencapai 4,57% (berdasarkan perhitungan angka tahun 2004) dengan kekuatan ekonomi (PDRB atas dasar harga berlaku) Rp. 5,573 trilyun, dan income perkapita mencapai Rp. 3.874.851.-

9. PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
Gambaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten Pasuruan Tahun 2005 sebagai berikut :
• Pendapatan Daerah Kabupaten Pasuruan terdiri dari Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan. Target pendapatan daerah tahun 2005 sebesar Rp.533,589 milyar terealisasi sebesar Rp.559,292 milyar mengalami pelampauan target sebesar Rp.25,703 milyar atau 104,8%.
Pendapat asli daerah ditargetkan sebesar Rp. 58,975 milyar terealisasi sebesar Rp. 64.648 milyar mengalami pelampauan target sebesar Rp. 5,673 milyar atau 109,61%. Sedangkan dana perimbangan dianggarkan sebesar Rp. 443,813 milyar dan terealisasi sebesar RP. 563,843 milyar mengalami pelampauan target sebesar Rp. 20,029 milyar atau 104,5%.
• Belanja daerah tahun 2005 dianggarkan sebesar Rp. 577,605 milyar terealisasi sebesar Rp. 534,718 milyar. Adanya penghematan belanja sebesar Rp. 42,887 milyar atau 92,5%.
• Pembiayaan daerah berasal dari penerimaan daerah setelah dikurangi pengeluaran, pada tahun 2005 dianggarkanRp.44,016 milyar dan terealisasi sebesar Rp. 24,573 milyar. Realisasi tersebut disebabkan antara lain oleh transfer dari dana cadangan sebesar Rp. 50,278 milyar.

10. PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)
Anggaran dan Realisasi PAD menunjukkan :
a. Perkembangan Anggaran PAD dan realisasinya Tahun Anggaran Anggaran (X Rp. 1000) Realisasi (X Rp. 1000)
Target Tahun 2006 : 59.315.323.135
Realisasi : 64.669.871.757
Prosentase : 109,03 %

Target Tahun 2007 : 60.010.543.432
Realisasi : 68.350.871.105
Prosentase : 113,9 %
Target Tahun 2008 : 60.924.209.132
b. Peningkatan anggaran PAD dari tahun ketahun cukup berarti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar